Jln. Raya Glempang Telp (0286) 6125126 Mandiraja, Banjarnegara 53473 e-mail :smknegeri1mandiraja@yahoo.co.id
Rabu, 26 Maret 2014
7 Ilmuwan Ini Membuktikan Jika Tuhan, Surga dan Neraka Itu Ada
Tuhan, surga, dan neraka hingga saat ini masih dipertanyakan keberadaannya. Banyak orang yang mulanya percaya pada Tuhan, namun lama kelamaan kepercayaannya makin memudar karena tak adanya bukti kalau Tuhan memang ada. Di jaman yang semakin modern dan canggih ini tak sedikit pula orang yang sangat pintar hingga tak percaya akan adanya Tuhan.
Ilmu-ilmu filsafat dan kecerdasan manusia yang tak dibarengi dengan kepercayaan yang tinggi akan Tuhan bisa membuat manusia tak lagi percaya akan keberadaan Tuhan. Ada sejumlah ilmuwan yang punya bukti bahwa Tuhan, surga, dan neraka itu memang ada.
1. Dikisahkan pada tahun 1989 silam, sebuah tim ilmuwan Rusia di bawah pimpinan Dr. Azzacove, melakukan pengeboran tanah hingga 9 mil dalamnya. Pengeboran ini dilakukan di Siberia. Saat kedalaman mencapai 8 mil, suhu tanah di sana menjadi sangat amat panas. Panasnya pun tak tanggung-tanggung, yaitu mencapai 180 derajat Celcius.
Suhu yang teramat panas ini digadang-gadang terjadi karena terbukanya lubang neraka. Keanehan kedua terjadi tatkala beberapa orang yang melakukan pengeboran tersebut mendengar jeritan-jeritan orang yang begitu putus asa. Nah lho, seram sekali bukan?
2. Pada tahun 2008, Eben Alexander III, seorang ahli bedah saraf Harvard, mengalami koma selama seminggu akibat infeksi otak yang amat parah. Scan otaknya menunjukkan bahwa otak dokter malang ini sudah tak lagi bisa berfungsi karena bakteri E coli menyerang dengan sangat ganas.
Tak disangka, seminggu kemudian Eben bangun dan mengatakan pengalaman yang luar biasa selama koma. Di saat-saat ia mendekati kematian, Eben sempat berjalan-jalan ke sebuah tempat yang begitu indah. Tempat ini dikatakan Eben sebagai surga. Perjalanan supranaturalnya ini ia tuangkan dalam sebuah buku yang berjudul Proof Of Heaven: A Neurosurgeon's Journey Into the Afterlife. Dalam bahasa Indonesia, artinya Pembuktian Surga: Sebuah perjalanan seorang ahli bedah saraf di kehidupan setelah kematian.
3. Dikisahkan, seorang dosen memberi pertanyaan kepada para mahasiswa jurusan kimia di University of Washington. Pertanyaannya adalah 'Apakah neraka bersifat eksotermik (mengeluarkan panas) atau endoterm (menyerap panas)?'. Sebagian mahasiswa jurusan kimia ini menganalisa pertanyaan tersebut dengan menggunakan hukum Boyle. Namun ada satu mahasiswa yang memiliki jawaban begitu mencengangkan.
Ia mengatakan kalau neraka sudah membeku dengan teori yang ia kembangkan sendiri. Mahasiswa cerdas itu juga mengatakan, kalau neraka sudah membeku maka jiwa-jiwa yang mati akan masuk surga. Dosennya menganggap teori itu sangat masuk akal, akhirnya ia mendapat nilai tertinggi dalam kelas.
4. Pada tahun 1725, Profesor Johann Bartholomeus Adam Beringer, dekan fakultas kedokteran di Universitas Wurzburg, menemukan ukiran yang disebut-sebut sebagai ciptaan Tuhan. Ukiran ini ia temukan di Gunung Eibelstadt, Jerman. Ukiran tersebut berbentuk lafal Allah dalam bahasa Ibrani.
Selain itu ada pula ukiran-ukiran berbentuk ulat, laba-laba, kadal, katak, dan sebagainya. Ukiran-ukiran ini dipercaya adalah buatan Tuhan saat Ia 'mendesain' ciptaan-Nya. Percayakah Anda?
5. Francis S. Collins, M.D, Ph.D, direktur peneliti DNA manusia mengatakan. Setelah bertahun-tahun ia meneliti DNA manusia, DNA itu selalu memiliki hubungan dengan keagamaan seseorang.
Saat meneliti DNA dari segi orang yang percaya Tuhan, ia mengatakan bahwa setiap molekul dalam tubuh manusia ini hidup karena diberi hembusan napas oleh Tuhan. Saat meneliti dari segi Atheis, ia mengatakan bahwa DNA manusia bisa 'terbuat' dari pencampuran molekul-molekul seperti yang ada dalam teori matematika, kimia, maupun fisika. Saat seseorang menanyakan, Anda lebih percaya yang mana dokter?
Dr. Collins menjawab, 'Apa arti kehidupan? Kenapa aku di sini? Bagaimana bisa manusia mampu menerapkan rumus matematika? Siapa yang menciptakan semesta? Kalau semua dihitung dengan rumus matematika, itu tak akan mungkin. Tuhan lah yang menciptakan semua awal mula'.
Kalau dipikir-pikir, benar juga kan?
6. Dr. Steven Laureys, seorang dokter bedah saraf dari Belgia, jelas telah bertahun-tahun berkecimpung dengan orang yang sering koma karena saraf mereka tak lagi berfungsi. Dari sini, ia mendapatkan pengalaman bahwa banyak pasien yang koma lalu akhirnya 'hidup' kembali sering bercerita tentang perjalanan supranatural mereka dalam mendekati kematian. Mereka menceritakan bagaimana indahnya surga saat mereka koma.
Dari sini bisa sedikit diambil kesimpulan, kalau orang lebih banyak merasakan surga daripada neraka. Bagaimana menurut Anda?
7. Seorang dosen dari sebuah universitas memberi pertanyaan yang menantang pada murid-muridnya. "Apakah Tuhan menciptakan semesta ini?", tanyanya. Dengan lantang dan yakin para murid menjawab, "Ya pak, Tuhan yang menciptakan!".
Tak puas dengan itu, sang profesor memberi pernyataan, "Kalau Tuhan menciptakan segala yang ada di dunia ini, itu berarti Ia juga menciptakan setan. Kalau Ia menciptakan setan itu artinya bahwa Tuhan = setan. Kesimpulannya, pembuktian bahwa Tuhan itu ada dan kepercayaan akan Tuhan itu percuma". Saat mendengar pernyataan itu, seisi kelas hening seketika. Mereka bingung akan memberi tanggapan apa.
Seorang mahasiswa mengangkat tangan, ia bertanya.
"Profesor, apakah dingin itu ada?", tanya mahasiswa itu.
"Pertanyaan macam apa itu? Jelas saja dingin itu ada. Apa kamu tidak pernah merasakan dingin?" jawab sang profesor.
Si mahasiswa bertanya lagi, "Sekarang, apakah gelap itu ada?"
Sang profesor menjawab, "Jelas saja ada".
Lalu dengan sangat cerdas si mahasiswa menjelaskan, "Dingin ada karena ketidakadaan panas. Gelap pun ada karena tidak adanya terang. Sama halnya dengan setan, setan pun ada karena tidak adanya Tuhan dalam hati manusia. Tuhan memang tak kelihatan, namun ia ada. Otak profesor juga tidak kelihatan, apakah berarti Profesor tidak punya otak?"
Saat mendengar jawaban itu sang profesor terdiam tak bisa menjawab, seluruh kelas bertepuk tangan menyambut kecerdasan sang mahasiswa itu.
Saat ini diketahui, nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein. Seorang ilmuwan ternama yang begitu percaya bahwa Tuhan itu
Sumber :Sumberada.
Label:tentang kami,lintas berita,jurusan,
TEKNOLOGI
JIKA KITA BISA MELIHAT SINYAL
Sesuai dengan visualisasi terbaru seniman AS Nickolay Lamm.
Lamm bekerja dengan profesor teknik komputer di Illinois untuk mempelajari bagaimana jaringan ponsel dan frekuensi didistribusikan di seluruh kota di AS seperti New York dan Chicago.
Hasilnya adalah sistem kisi-kisi warna-warni yang menyelimuti bangunan dan tempat terkenal, dan dalam kehidupan nyata akan berubah dan cahaya sebagai frekuensi berubah.
Untuk alur sinyal, Lamm berkonsultasi dengan Profesor Danilo Erricolo, dari University of Illinois di Chicago dan Profesor Fran Harackiewicz, dari Southern Illinois University Carbondaleegular.
Lamm mulai dengan membagi masing-masing kota menjadi jala-jala listrik heksagonal, dan titik-titik jala-jala listrik didasarkan pada lokasi tiang ponsel dan BTS. Lamm kemudian menggunakan data operator jaringan untuk bekerja keluar yang frekuensi yang dipancarkan dari mana stasiun individu.
Setiap frekuensi ditugaskan warna, dan semakin tinggi jumlah pengguna di lokasi tersebut, menggunakan frekuensi itu, semakin besar blok warna. Di mana beberapa sinyal dikirim, warna digabungkan.

"Kombinasi saluran yang ditampilkan tidak statis, melainkan berubah dengan cepat dalam waktu sebagai pengguna yang berbeda ditugaskan saluran yang berbeda," jelas Lamm.
"Jika Anda adalah untuk mengambil foto dari perubahan yang cepat, Anda mungkin akan melihat berbagai macam warna seperti yang terlihat dalam gambar. '
Di pusat-pusat kota, Lamm sengaja membuat segi enam kecil untuk memperhitungkan peningkatan jumlah penduduk, dan karena itu peningkatan jumlah sinyal dan frekuensi perlu melayani mereka.
Sumber :Sumber
Label:tentang kami,lintas berita,jurusan,
TEKNOLOGI
Jati Diri Bangsa Yang Mulai Terkikis
Secara umum
melihat fakta-fakta yang ada saat ini, keadaan jati diri jati diri Bangsa
Indonesia sedang mengalami kerusakan/keterpurukan.Dan akibatnya bangsa
Indonesia kehilangan jatidirinya. Bangsa yang dulunya terkenal lemah lembut,
sopan santun dan sangat menjunjung tinggi adat ketimuran, sekarang berubah 180
derajat. Tata busana, tata krama, tata susila, sekarang hilang musnah terbawa
derasnya arus globalisasi. Tawuran pelajar, mahasiswa, kelompok masyarakat,
para wakil rakyat yang terhormat, seakan menjadi tontonan harian. Meskipun
tidak patut untuk ditonton. Sedangkan cara menyelesaikan masalah cenderung
anarkis.
Ada beberapa langkah-langkah
paling efektif untuk mengembalikan jati diri bangsa Indonesia tersebut .Pertama
dimulai dari diri kita sendiri, hal itu dapat dilakukan dengan membiasakan diri
dari sekarang untuk bersikap sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam
pancasila sebagai jati diri kita. Seperti harus bertakwa kepada Tuhan YME,
maksudnya kita harus selalu menjalankan perintah Tuhan dan menjauhi
laranganNya.
Selanjutnya kita
harus mengajak orang-orang yang ada di sekitar kita. Semisal dengan mengajar
nilai-nilai Pancasila di sekolah melalui mata pelajaran PPKN kepada peserta
didik kita, agar mereka menanamkan nilai pancasila dalam kepribadiannya,
Sebagai orang tua kita mendidik dan menanamkan nilai pancasila pada anak kita
agar nilai Pancasila menjadi kepribadian yang melekat baik pada anak kita.
Mengajak teman-teman disekitar kita agar berperilaku sesuai dengan nilai-nilai
yang terkandung dalam pancasila, dan menasetinya/menegur apabila teman-teman
kita berperilaku bertentangan dengan Pancasila.
Kemudian
peran pemerintah untuk mengembalikan jati diri bangsa Indonesia dan menumbuhkan
karakter bangsa yang bagus yang sesuai dengan pancasila yaitu dengan
mengalakkan program wajib belajar ajaran agama (untuk meningkatkan ketakwaan).
Karena dengan ketakwaan dan keyakinan yang tingi, masyarakat akan mempunyai
rasa takut terhadap dosa sehingga mereka akan enggan berbuat salah. Kasus-kasus
seperti: korupsi, kolusi, penipuan, pencurian, pembunuhan, pelecehan seksual,
dsb. Pasti tidak akan terjadi. Namun jika primordialisme terhadap agama yang
dianut terlalu tinggi maka akan mengakibatkan perpecahan. Hal ini dapat diatasi
dengan menanamkan sikap toleransi melalui pendidikan di sekolah umum. Maka dari
itu, sebaikya pemerintah mewajibkan para generasi penerus bangsa untuk
mendapatkan program wajib belajar selain sekolah umum juga sekolah keagamaam
seperti madrasah/pondok pesantren bagi yang muslim. Sehingga untuk meningkatkan
ketakwaan agar tidak perprilaku menyimpang yaitu melalui program pendidikan
Agama. Selanjutnya untuk mendapatkan pendidikan mengenai cara hidup
berkemajemukan (bertoleransi) serta untuk meningkatkan keahlian/ketrampilan
khusus, melalui sekolah umum.
Secara otomatis apabila kita telah menanamkan kuat jati diri bangsa Indonesia
pada diri kita melalui cara-cara diatas, kita akan mempunyai filter dengan
sendirinya untuk memilih dan memilah pengaruh kebudayaan lain yang masuk ke
negara kita. Yang baik kita pakai dan yang buruk atau tidak sesuai dengan jati
diri bangsa Indonesia, kita tinggalkan. Kemudian pengaruh kebudayaan lokal juga
dapat kita saring melalui pendidikan kewarganegaraan di sekolah umum serta kita
juga harus berusaha mengikisi primordialisme yang berlebihan pada diri kita.
SENJA DI PELABUHAN KECIL
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
Analisis :
1. Diksi
Pilihan kata yang digunakan sipenyair dalam menungkpkan perasaannya dalam puisinya yang menggunakan kata yang bersifat konotatif karena banyak mengandung arti yaitu terdapat pada kata “kelas”, terbukti pada : “Gerimis mempercepat kelam”
2. Imaji
penyair menggambarkan perasaan sedih yang ditimbulkan dalam bentuk imaji perasaan (cita rasa) terbukti: “kelepak elang menyinggung muram”
3. Kata Kongkret (Kata Nyata)
kata konkretnya yaitu Tiada lagi. Aku sendiri., karena kata-kata tersebut mengacu kepada pengertian dan penekanan yang menyeluruh dalam puisi. terbukti dalam larik:
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
4. Majas (Bahasa Figuratif)
“desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan” majas ini mempunyai arti bahwa hari-hari telah berlalu dan berganti dengan masa mendatang.
5.Rima (Pengulangan Bunyi)
- persamaan bunyi konsonan pada “A” dak “T”, terbukti:
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Label:tentang kami,lintas berita,jurusan,
SASTRA
Liyangan, Kota Mataram Kuno yang Terpendam Karena Letusan Sindoro
Liyangan, Kota Mataram Kuno yang Terpendam Karena Letusan Sindoro
Liyangan diperkirakan pada jaman dahulu adalah salah satu komplek
perdusunan yang terkubur akibat bencana erupsi Sindoro. Belum di ketahui
pada abad berapa Liyangan ini terkubur oleh lahar dari Gunung Sindoro.
Penemuan Situs Liyangan memperkuat hipotesis bahwa deretan
pegunungan Merapi, Sindoro, Sumbing, dan Dieng menjadi semacam poros
berkembangnya kawasan Mataram Kuno. Jawa Tengah berkembang menjadi pusat
budaya klasik pada abad 7-10.
Situs desa Liyangan yang ditemukan di tempat penambangan galian pasir di Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung diduga kuat merupakan tempat tinggal masyarakat pada masa pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno. Liyangan merupakan situs purbakala yang ditemukan di lereng Gunung Sindoro pada 2009.
Pihaknya juga menduga, Liyangan ini merupakan kawasan Mataram Kuno yang terkubur oleh letusan gunung Sindoro yang terjadi 1.000 tahun lalu. Material yang mengubur kompleks Liyangan ini merupakan aliran piroklastik atau awan panas Sindoro.
Gunung Sindoro yang terlihat tenang dan anggun ternyata menyimpan seribu mistery, Bemmelen seorang peneliti Belanda mengatakan bahwa, pada tahun 1600 - 1617 Sindoro pernah meletus dengan hebatnya dan meluluh-lantakkan desa-desa yang berada di kakinya, hal ini yang diperkirakan telah mengubur Situs Liyangan sedalam 10 M di bawah permukaan tanah. Diperkirakan, situs itu dibangun pada zaman Mataram Hindu pada abad 9 Masehi.
Situs Liyangan berupa perkampungan Mataram Kuno yang berada di ketinggian 1.200 dpl pada lereng gunung Sindoro, penemuan benda arkeologis di Liyangan tidak hanya berupa candi, namun juga terdapat tempat peribadatan, perkampungan dan lahan pertanian kuno. Liyangan adalah sebuah kota yang hilang selama berabad-abad dan baru terkuak ke permukaan akibat penambangan pasir liar pada tahun 2008. Berdasarkan gambaran hasil survei, Liyangan adalah salah satu kompleks situs permu****n, situs ritual dan pertanian.
Penemuan alat-alat kebutuhan sehari-hari menunjukkan kawasan ini dahulu kala memang sebuah tempat hunian. Benda- benda yang banyak ditemukan antara lain pipisan dan gandik yang merupakan alat penggerus obat-obatan pada zaman dahulu. Tak hanya situs perumahan masyarakat, kawasan yang berada di lereng Gunung Sindoro ini diduga juga menjadi area pertanian.
Wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, atau pada masa silam merupakan wilayah Mataram Kuno, punya riwayat panjang kebencanaan.
Sumber
Quote:
|
|
Situs desa Liyangan yang ditemukan di tempat penambangan galian pasir di Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung diduga kuat merupakan tempat tinggal masyarakat pada masa pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno. Liyangan merupakan situs purbakala yang ditemukan di lereng Gunung Sindoro pada 2009.
Pihaknya juga menduga, Liyangan ini merupakan kawasan Mataram Kuno yang terkubur oleh letusan gunung Sindoro yang terjadi 1.000 tahun lalu. Material yang mengubur kompleks Liyangan ini merupakan aliran piroklastik atau awan panas Sindoro.
Gunung Sindoro yang terlihat tenang dan anggun ternyata menyimpan seribu mistery, Bemmelen seorang peneliti Belanda mengatakan bahwa, pada tahun 1600 - 1617 Sindoro pernah meletus dengan hebatnya dan meluluh-lantakkan desa-desa yang berada di kakinya, hal ini yang diperkirakan telah mengubur Situs Liyangan sedalam 10 M di bawah permukaan tanah. Diperkirakan, situs itu dibangun pada zaman Mataram Hindu pada abad 9 Masehi.
Situs Liyangan berupa perkampungan Mataram Kuno yang berada di ketinggian 1.200 dpl pada lereng gunung Sindoro, penemuan benda arkeologis di Liyangan tidak hanya berupa candi, namun juga terdapat tempat peribadatan, perkampungan dan lahan pertanian kuno. Liyangan adalah sebuah kota yang hilang selama berabad-abad dan baru terkuak ke permukaan akibat penambangan pasir liar pada tahun 2008. Berdasarkan gambaran hasil survei, Liyangan adalah salah satu kompleks situs permu****n, situs ritual dan pertanian.
Penemuan alat-alat kebutuhan sehari-hari menunjukkan kawasan ini dahulu kala memang sebuah tempat hunian. Benda- benda yang banyak ditemukan antara lain pipisan dan gandik yang merupakan alat penggerus obat-obatan pada zaman dahulu. Tak hanya situs perumahan masyarakat, kawasan yang berada di lereng Gunung Sindoro ini diduga juga menjadi area pertanian.
Wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, atau pada masa silam merupakan wilayah Mataram Kuno, punya riwayat panjang kebencanaan.
Sumber
Label:tentang kami,lintas berita,jurusan,
LINTAS BERITA,
SEJARAH
Sabtu, 22 Maret 2014
PROFIL SEKOLAH
Label:tentang kami,lintas berita,jurusan,
LINTAS BERITA
Jumat, 21 Maret 2014
JALAN SEHAT
Dalam rangka menyemangati HUT SMKN 1MANDIRAJA,pihak sekolah ingin mengadakan kegiatan jalan sehat yang rencananya akan dilaksanakan pada hari minggu ,13 april 2014.
Pada natinya kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kegiatan positif bagi warga masyarakat dusun sekitar, Sebagai ajang silahturahmi dan keakraban bagi warga masyarakat,Karenanya jalan sehat merupakan kegiatan yang dirasa sebagai sarana yang paling efektif karena jalan sehat juga dapat menjaga kesehatan tubuh dan memberi hiburan yang segar bagi keluarga SMKN 1 MANDIRAJA pada khususnya dan warga masyarakat pada umumnya
Label:tentang kami,lintas berita,jurusan,
LINTAS BERITA
Langganan:
Postingan (Atom)














